Akumindo Mendukung Penyaluran Bantuan Modal untuk Pemulihan Ekonomi
Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) mendukung percepatan penyaluran bantuan modal kerja bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkontribusi aktif mendorong pemulihan ekonomi nasional. Agen Poker
"Intinya penyalurannya harus cepat. Semakin cepat (penyaluran), maka ekonomi pada triwulan III bisa kembali tumbuh positif," kata Ketua Akumindo Muhammad Ikhsan Ingratubun di Jakarta, Selasa.
Ingratubun mengatakan, asosiasi menyambut baik program-program yang menjadi bagian dari Program National Economic Recovery (PEN), termasuk salah satunya, yang juga menawarkan bantuan stimulus bagi pelaku UMKM, agar bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19.
Ketua Akumindo mencatat, pelaku UMKM telah memanfaatkan bantuan stimulus berupa relaksasi dan restrukturisasi kredit serta diskon listrik.
Ingratubun optimistis bantuan tunai Rp2,4 juta dapat segera dicairkan bagi pelaku UMKM dalam bentuk hibah modal kerja.
Pelaku UMKM, terutama yang berada di bawah naungan Akumindo, telah menerima surat persyaratan terkait UMKM yang berhak menerima bantuan ini dan akan segera mulai mengirimkannya. Agen Domino
Mekanisme kelayakan hibah adalah pengusaha (yang namanya) tidak pernah masuk bank dan saldonya kurang dari Rp2 juta. Apalagi harus menunjukkan bukti usahanya. Kami akan melengkapi persyaratan ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. mekanisme yang akan diajukan, "jelasnya.
Ingratubun juga memuji stimulus lain dalam program PEN dimana pemerintah mendorong pertumbuhan konsumsi dan mendukung upaya peningkatan daya beli.
“Dengan demikian, semakin cepat penyaluran dan penyelesaian perangkat hukumnya, semakin cepat membantu meningkatkan perekonomian bangsa, khususnya bagi UMKM,” tandasnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti perlunya memberikan bantuan dana kepada 23 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia untuk modal kerja pasca pandemi COVID-19.
“Sebanyak 23 juta UMKM belum pernah mendapatkan pendanaan dari lembaga keuangan atau perbankan. Makanya, 23 juta UMKM tersebut harus bisa memanfaatkan program untuk memperluas pembiayaan program kerja,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu. Akumindo
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat memimpin rapat terbatas bertema "Diskusi Lanjutan Program Mitigasi Dampak COVID-19 terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah" melalui videoconference yang dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, menteri, dan pimpinan terkait. lembaga negara.
“Berdasarkan data, 41 juta UMKM telah terkoneksi dengan lembaga keuangan dan perbankan. Di luar itu, 23 juta UMKM belum terkoneksi dengan lembaga keuangan dan perbankan,” tandasnya.
Jokowi juga meminta kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan penilaian secara menyeluruh untuk memutuskan mana dari 23 juta UMKM yang melakukan pemotongan untuk menerima layanan perbankan.
“Bagi yang bankable penyalurannya dilakukan melalui program perluasan kredit mikro (KUR) dan mendorong inklusi keuangan, sedangkan bagi yang tidak bankable penyalurannya bisa dilakukan melalui UMI (Ultra Micro Financing) melalui Mekaar ( Pembinaan Ekonomi Keluarga Sejahtera) dan program lainnya, ”jelas Presiden.
Kepala negara menekankan agar secara metodis merancang perluasan pembiayaan bagi UMKM dalam bentuk bantuan modal kerja darurat.
“UMKM harus mendapat bantuan modal darurat ini,” tegas Presiden.









No comments