Kurva COVID-19 Jakarta Sudah Mulai Rata: Kepala Satuan Tugas
Kurva infeksi COVID-19 di Jakarta sudah mulai rata berdasarkan peta risiko, ketua tim ahli dari Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menyatakan. Agen Poker
"Kurva sudah mulai merata di Jakarta. Namun, jika wisatawan yang kembali (Idul Fitri) tidak dicegah, maka mereka akan mengarah ke gelombang kedua (dari kasus COVID-19)," katanya saat pers online konferensi di Jakarta pada hari Selasa.
Orang-orang, yang akan memasuki atau keluar dari ibu kota, diharuskan untuk mengajukan Ijin Keluar dan Masuk (SIKM) sesuai dengan Peraturan Gubernur No. 47 tahun 2020 tentang pembatasan keluar dan masuk ke Jakarta untuk membendung penyebaran COVID- 19.
Jika mereka tidak mengamankan SIKM, mereka akan diperintahkan untuk kembali ke kota asal mereka atau dikarantina di lokasi yang ditentukan oleh gugus tugas COVID-19.
Adisasmito menunjuk peningkatan jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di Provinsi Jawa Timur.
Orang-orang, yang akan memasuki atau keluar dari ibu kota, diharuskan untuk mengajukan Ijin Keluar dan Masuk (SIKM) sesuai dengan Peraturan Gubernur No. 47 tahun 2020 tentang pembatasan keluar dan masuk ke Jakarta untuk membendung penyebaran COVID- 19.
Jika mereka tidak mengamankan SIKM, mereka akan diperintahkan untuk kembali ke kota asal mereka atau dikarantina di lokasi yang ditentukan oleh gugus tugas COVID-19.
Adisasmito menunjuk peningkatan jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di Provinsi Jawa Timur.
Dia menyoroti partisipasi penuh publik dalam mengekang tren kasus COVID-19 di Jakarta dan mencegah meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di Jawa Timur. Agen Domino
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), suatu wilayah dapat melakukan kegiatan sosial dan ekonomi di tengah-tengah pandemi COVID-19 jika memenuhi tiga aspek utama, katanya.
"Indikator kesehatan masyarakat didasarkan pada tiga aspek utama, khususnya gambaran epidemiologi, pengawasan kesehatan masyarakat, dan layanan kesehatan," ungkapnya.
Epidemiologi suatu daerah akan dipandang baik jika jumlah kasus positif COVID-19, pasien dalam perawatan, orang-orang di bawah pengawasan, dan kematian turun menjadi setidaknya 50 persen dalam beberapa minggu terakhir setelah puncak terakhir, ia menjelaskan.
Selain itu, pengawasan kesehatan masyarakat harus ditingkatkan.
"Jumlah sampel yang diuji di laboratorium harus meningkat sementara secara bersamaan jumlah kasus positif harus menurun," katanya. Corona
Layanan kesehatan meliputi jumlah tempat tidur dan peralatan pelindung pribadi yang tersedia untuk menangani pasien COVID-19, katanya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), suatu wilayah dapat melakukan kegiatan sosial dan ekonomi di tengah-tengah pandemi COVID-19 jika memenuhi tiga aspek utama, katanya.
"Indikator kesehatan masyarakat didasarkan pada tiga aspek utama, khususnya gambaran epidemiologi, pengawasan kesehatan masyarakat, dan layanan kesehatan," ungkapnya.
Epidemiologi suatu daerah akan dipandang baik jika jumlah kasus positif COVID-19, pasien dalam perawatan, orang-orang di bawah pengawasan, dan kematian turun menjadi setidaknya 50 persen dalam beberapa minggu terakhir setelah puncak terakhir, ia menjelaskan.
Selain itu, pengawasan kesehatan masyarakat harus ditingkatkan.
"Jumlah sampel yang diuji di laboratorium harus meningkat sementara secara bersamaan jumlah kasus positif harus menurun," katanya. Corona
Layanan kesehatan meliputi jumlah tempat tidur dan peralatan pelindung pribadi yang tersedia untuk menangani pasien COVID-19, katanya.









No comments