Breaking News

Awak Indonesia Menjadi Lebih Baik Setelah Perlakuan Buruk di atas Kapal Tiongkok

http://159.203.96.167/

Sebanyak 14 awak Indonesia, yang menghadapi dugaan penganiayaan dan eksploitasi di atas kapal penangkap ikan Tiongkok, dalam keadaan sehat setelah dievakuasi dan menerima layanan rehabilitasi sosial di Indonesia. Agen Poker

"Kondisi mereka telah membaik. Mereka tampak sehat dan siap untuk mendapatkan layanan rehabilitasi sosial di Trauma Centre Protection House (RPTC) sesuai dengan protokol Kementerian Kesehatan. Mereka telah dikarantina di sini selama 14 hari sambil menunggu proses hukum," Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat dinyatakan di sini pada hari Senin.

Hikmat mengatakan bahwa setelah 14 bulan eksploitasi di atas kapal, para kru macet karena kelelahan dan tekanan psikologis saat tiba di RPTC Bambu Apus di Jakarta pada hari Jumat (8 Mei).

Setelah tiba di negara itu, 14 anggota kru menjalani tes cepat COVID-19 oleh otoritas, dan hasilnya datang negatif untuk penyakit tersebut.

Hikmat menyatakan bahwa pusat trauma akan mendorong kru untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan, termasuk olahraga, musik, dan berbagai pelatihan berbasis keterampilan, untuk memberikan dorongan psikologis sebelum mereka dapat kembali ke keluarga mereka.

RPTC kementerian akan menawarkan advokasi sosial selama proses hukum kasus ini dan terapi psikososial untuk pulih dari trauma. Agen Domino

Sebelumnya pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Direktur Kementerian Perlindungan Warga Negara Indonesia Yuda Nugrahapada telah mengunjungi 14 awak kapal di pusat trauma.

Pemerintah mengutuk dugaan pelecehan terhadap nelayan Indonesia di atas kapal penangkap ikan Tiongkok.

"Kami mengutuk perlakuan tidak manusiawi yang diberikan kepada anggota kru kami yang bekerja untuk perusahaan perikanan Cina," kata Marsudi dalam konferensi video.

Sebanyak 49 nelayan di Long Xin 629 terpaksa bekerja 18 jam sehari dalam kondisi yang mengerikan.

No comments